Tampilkan postingan dengan label Beras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beras. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 September 2017

Produk Beras Premium Berkualitas : Beras Hitam Organik, Penangkal Radikal Bebas

Produk Beras Hitam Organik dalam Kemasan Vacum
Beras Hitam Organik sering dipakai untuk terapi penyakit  kronis (kanker, diabetes, Ginjal, penyakit jantung dan lain-lain) akibat radikal bebas.
Radikal bebas timbul karena faktor yang sebenarnya merupakan kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari-hari :
  1. Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti makanan berlemak, tinggi kadar gula, dan makanan cepat saji.
  2. Kebiasaan buruk yang tidak sehat, meminum alkohol, merokok
  3. Paparan Sinar UV yang berbahaya
  4. Pencemaran bahan-bahan kimia yang toksik

Radikal bebas yang menyerang tubuh secara tidak terkendali dapat menyebabkan beberap resiko seperti mempercepat penuaan dini, munculnya berbagai macam penyakit ( stroke, kencing manis, kanker, jantung). Salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan meminimalisir gangguan kesehatan akibat serangan radikal bebas, maka tubuh kita memerlukan senyawa antioksidan. Senyawa tersebut berfungis sebagai senyawa yang mampu membagikan elektron-nya sebagai bahan untuk menetralkan sifat merusak dari radikal bebas.

Beras Hitam

Untuk memenuhi kebutuhan antioksidan, Anda bisa memanfaatkan beras hitam untuk dikonsumsi sebagai alternatif makanan pokok selain beras putih. Pada beras hitam organik mengandung antioksidan yang sangat baik untuk melawan radikal bebas serta mengurangi kerusakan sel tubuh akibat paparan sinar UV .

Beras hitam dihasilkan dari proses penggilingan tidak sempurna tanpa penyosohan dari gabah padi beras hitam, sehingga masih terdapat kulit ari yang melapisi permukaan beras.

Perbedaan Jenis-Jenis Beras: Beras Putih, Beras Coklat, Beras Merah, Beras Hitam, Mana yang akan Anda Pilih..??

Beras Merah

        Secara umum terdapat tiga macam beras, yakni beras putih (Oryza sativa), beras merah (Oryza glaberrima) dan beras hitam (Oryza sativa L. indica). Dari ketiga jenis itu, beras putih lah yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, kemudian beras merah dan terakhir beras hitam.  

Beras Putih Organik dalam Kemasan Vacum

Beras dihasilkan dari proses penggilingan padi/gabah untuk memisahkan bagian bulir padi dengan sekamnya. Kemudian dilanjutkan proses penyosohan yang menghasilkan beras putih dan bekatul yang merupakan bagian kulit arinya yang disebut aleuron
Baca Artikel lainnya: Tentang Beras)
Beras Coklat Organik dalam Kemasan Vacum

Beras coklat adalah beras yang telah dihilangkan sekamnya sehingga di dalam beras tersebut masih tertinggal  kulit ari yang berwarna coklat. Jika beras coklat digiling atau dipoles untuk menghilangkan kulit arinya maka beras tersebut menjadi beras putih pada umumnya. Oleh karena itu beras coklat dan beras putih memiliki kandungan kalori, karbohidrat, protein dan lemak yang sama. Perbedaan dari keduanya pada proses penanganan paska panennya, dimana lapisan aleuron masih ada pada beras coklat. Hal ini berarti kalau Anda makan nasi dari beras coklat, Anda juga menyantap kulit ari dan semua vitamin yang ada di dalamnya. Lapisan ini mengandung vitamin, serat dan mineral. Beberapa gizi yang terkandung adalah vitamin B1, B3, zat besi dan magnesium.

Beras Merah Organik dalam Kemasan Vacum

Beras merah mempunyai  khasiat kesehatan yang lebih baik daripada beras putih. Manfaat yang paling dikenal adalah untuk diet, mengatasi kelebihan kolesterol, mencegah penyakit  jantung  dan mengatasi maag. Beras merah dan cokelat memiliki serat yang tinggi. Hal ini membuat proses pencernaan jadi lambat dan membuat sistem pencernaan jadi lebih kuat. Serat juga membantu memperlambat pengolahan karbohidrat menjadi gula darah. Satu hal lagi, beras merah juga mengandung antioksidan yang bisa membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Beras merah mendapat warna dari antioksidan yang disebut anthocyanin. Senyawa ini juga ditemukan dalam buah yang berwarna ungu atau kemerahan.

Beras Hitam Organik dalam Kemasan Vacum
 

Umumnya masyarakat lebih mengenali ketan hitam dibanding beras hitam. Beras ini tentunya berbeda dengan ketan hitam. Sekilas nampak sama antara beras hitam dengan ketan hitam, sama-sama berwarna hitam. Meskipun warnanya sama-sama hitam, beras hitam berbeda dari ketan hitam. Begitu pula dengan kandungan nutrisinya. Beras ketan hitam jika dipotong melintang akan terlihat warnanya putih susu pada potongan beras tersebut, dan jika di masak setelah menjadi nasi akan lengket seperti ketan pada umumnya. Sedangkan beras hitam jika dipotong melintang terlihat berasnya berwarna jernih (bening) dan jika dimasak akan sedikit pera jika dibanding beras biasa. Hal ini disebabkan karena kandungan ketan hampir seluruhnya didominasi oleh amilopektin sehingga lengket, sementara beras memiliki kandungan amilosa melebihi 20% sehingga tidak lengket. Dari segi rasa, beras hitam sedikit pera tidak begitu “pulen” seperti beras putih. Untuk memasaknya, dibutuhkan lebih banyak air dan waktu lebih lama. Setelah matang, beras ini memiliki aroma kuat yang menguggah selera makan. Bulir berasnya mengilap dan berukuran lebih panjang serta lebih langsing. Warna dari beras ini akan sedikit luntur dan berubah menjadi ungu setelah dimasak. Varietas beras ini memiliki manfaat gizi yang lebih tinggi dibanding dengan beras merah dan beras coklat, bahkan ketika keduanya digabungkan. Varietas beras ini kaya akan serat dan mengandung antioksidan, fitonutrien, phytochemical, vitamin E, protein, zat besi, dan nutrisi lainnya. Hal ini diyakini bermanfaat untuk hati, ginjal dan lambung. Kandungan anthocyanin ini akan membantu mencegah risiko kanker. Ini adalah santapan yang rendah gula dan memiliki nilai indeks glikemik yang rendah. Beras ini sangat dianjurkan bagi pasien penyakit jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi."Sesendok beras hitam mengandung lebih banyak antioksidan dan anthocyanin. Ini memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar daripada sesendok blueberry. Kandungan gulanya sedikit namun lebih banyak serat, vitamin dan antioksidan. ( Baca Artikel lainnya: Budidaya Padi Beras Hitam )

Beberapa fakta tentang beras hitam :

1.     Beras hitam adalah beras pusaka yang dibudidayakan di Asia, yang pernah tumbuh sebagai makanan wajib untuk kaisar. Sesuai dengan namanya, beras hitam tampak hitam ketika mentah, tetapi ketika dimasak ternyata berwarna ungu tua. Warnanya saja sudah mengundang rasa penasaran untuk disantap. Tetapi bahkan jika ungu bukan warna favorit Anda, nasi ini terap menarik untuk disantap karena mengandung manfaat bagi kesehatan.

2.     Beras hitam mendapatkan warna gelap karena adanya pigmen flavonoid yang dikenal sebagai antosianin, pigmen tanaman dengan sifat antioksidan yang kuat. Antosianin adalah pigmen yang sama yang memberikan banyak merah gelap dan ungu buah seperti blackberry, ceri tua, dan raspberry yang kaya warna dan manfaat kesehatan. Antosianin sedang diteliti untuk peran mereka dalam mencegah berbagai penyakit kronis termasuk kanker, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer. Sebagian besar manfaatnya didapat karena senyawa antioksidan dan antiinflamasi.

3.     Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition pada tahun 2008 menunjukkan bahwa ekstrak dari beras hitam saat diujicoba pada tikus membantu mencegah perkembangan plak aterosklerosis pada arteri utama dari jantung, jenis yang akhirnya akan menyebabkan serangan jantung. Ini juga menurunkan komponen lipid termasuk trigliserida. Bahkan, ekstrak beras hitam ditemukan sekuat resep obat simvastatin, obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol. Efek ini timbul dari antosianin yang begitu melimpah di beras hitam. Karena sifat anti-inflamasi dan menurunkan kolesterol dari antosianin yang ditemukan pada beras hitam, padi-padian ini dapat membantu untuk menangkis serangan jantung.

4.     Beras hitam adalah sumber mineral yang baik, termasuk besi, serta serat dan memiliki profil nutrisi agak mirip dengan beras merah. Kehadiran antosianin memberikannya keunggulan gizi dibandingkan beras merah.

5.     Pada intinya,  beras hitam, dengan rasanya yang lezat, menjadi alternatif selain beras putih yang kurang bergizi dan memberikan alternatif lain yang sehat untuk beras merah.  Harga beras hitam mungkin sedikit lebih mahal dari beras merah, namun harga yang Anda bayarkan pastinya tidak sia-sia.

Banyak sekali di iklankan di media cetak maupun media online tentang manfaat dari beras hitam. Dikatakan beras hitam merupakan obat untuk segala macam penyakit. Informasi ini kurang tepat, walaupun bisa berfungsi sebagai obat pada keadaan tertentu, namun seperti pangan pada umumnya, khasiat yang ada pada beras hitam lebih kepada pencegahan penyakit dari pada mengobati.

 Sumber Tulisan :

www.ekafarm.com

www.gerbangpertanian.com

www.cnnindonesia.com

dan berbagai sumber lainnya

Kamis, 11 Agustus 2011

Hasil-hasil Penelitian yang mengungkapkan "Kedahsyatan" khasiat Beras Merah


Menurut dr. Samuel Oetoro MS, SpGK, pakar gizi klinis dari MRCCC Siloam, beras merah mempunyai kandungan vitamin B1, B6, dan B12 yang tinggi. Sebagaimana diketahui, vitamin B merupakan kunci untuk pembentukan energi bagi tubuh manusia. "Pembentukan energi di sel, difasilitasi oleh kecukupan vitamin B. Salah satunya ada di beras merah," katanya, dalam acara Diskusi Sehat Bersahabat dengan Glukosa, Selasa, (14/6/2011) di Jakarta.

Selain itu, kata Samuel, beras merah mempunyai kandungan serat lebih tinggi dibandingkan beras putih. Manfaat dari serat tersebut di antaranya untuk mengganggu penyerapan gula dalam karbohidrat, serta mengganggu penyerapan lemak yang masuk bersama makanan sehingga akan lebih menyehatkan."Jadi memang keliatannya kasat mata kurang menarik. Tapi dia sehat karena seratnya tinggi. Sebaiknya, kalau makan jangan pilih beras putih, pulen, atau nasi ketan, yang kelihatannya putih kinclong, itu tidak sehat karena bisa membuat kadar gula darah anda naik," jelasnya.

Publikasi terbaru dari peneliti Harvard yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan, beras merah dan bahan makanan dari serelia utuh merupakan pilihan yang lebih sehat bagi penderita diabetes karena menaikkan gula darah perlahan-lahan.

Pengetahuan mengenai manfaat beras merah untuk diabetes memang bukan hal baru, namun hingga kini nasi putih masih jadi favorit banyak orang. Dalam sebuah penelitian terhadap 200.000 orang Amerika diketahui, mereka yang makan nasi putih memiliki risiko diabetes 17 persen lebih tinggi dibanding yang jarang makan nasi.Sebaliknya, orang yang makan beras merah risikonya untuk terkena diabetes turun hingga 11 persen. Manfaat yang sama juga ditemukan jika kita mengganti nasi putih dengan serelia utuh, termasuk roti atau pasta.

Konsumsi bahan pangan yang tinggi serat berhasil menurunkan risiko diabetes karena dapat menurunkan level gula darah dan insulin serta mengurangi risiko progresi buruknya toleransi glukosa pada diabetes tipe 2.Seperti halnya serelia utuh, beras merah juga kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap atau disebut juga memiliki indeks glikemik rendah. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi dari beras merah atau serelia utuh.


Sumber 
http://health.kompas.com

Sabtu, 06 Agustus 2011

Khasiat Beras Merah

 
Pada umumnya, masyarakat kita lebih sering mengkonsumis beras putih sebagai sumber karbohidrat untuk pengenyang perut. Padahal, secara genetis beras terbagi menjadi beberapa jenis, seperti beras putih, beras merah, beras hitam dan beras ketan.  Setiap jenis beras mempunyai kandungan gizi dan manfaat yang berbeda-beda. Beras merah lebih keras daripada beras putih, jadi saat memasaknya harus pakai air lebih banyak dan lebih lama.Di antara berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras yang berwarna merah atau beras merah memiliki khasiat sebagai obat. 
Beras merah yang telah dikenal sejak tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib saat itu dipercaya memiliki nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg). Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, kesemutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang.
Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.
Untuk kecantikan, kandungan selenium ini dapat mencegah penuaan dini. Selain itu beras merah bisa juga digunakan untuk campuran masker. Misalnya jika Anda ingin berimprovisasi, tumbuk beras merah dan balurkan pada wajah. Saat ini juga sudah dijual scrub dari beras merah.
Hasil riset yang dipresentasikan pada Experimental Biology annual conference yang berlangsung 24-28 Apri di Anaheim, California, AS mengungkapkan dua jenis beras seperti beras merah dan setengah-giling bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Peneliti juga melaporkan beras merah ternyata jauh lebih baik ketimbang beras putih saat melindungi tubuh dari tekanan darah tinggi dan arterosklerosis (pengerasan pembuluh darah).

"Penelitian kami menunjukkan adanya potensi dari beras yang mungkin menjadi titik awal yang baik untuk mencari obat preventif untuk penyakit kardiovaskuler," kata peneliti Satoru Eguci, profesor fisiologi di Temple University School of Medicine di Philadelphia, AS. Sebelumnya, Eguci dan kolega mengatakan penelitian mereka mencatat kandungan beras merah mampu melawan protein yang dikenal sebagai angiotensin II yang memberikan kontribusi untuk tekanan darah tinggi dan penyumbatan arteri.

Kandungan tersebut berada pada lapisan beras terkelupas ketika beras merah diubah menjadi beras putih. Namun, lapisan itu bisa dipertahankan bila digiling menggunakan alat tradisional seperti yang dilakukan masyarakat Jepang.

Sumber :  
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat
http://id.wikipedia.org/wiki/Beras
Semoga Bermanfaat....!!!

Tentang Beras

 Gambar 1. Beras Hitam.
 
Beras dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi, makanan pokok terpenting warga dunia.Siapa orangnya yang tidak mengenal nasi, orang mengatakan kalau belum makan nasi berarti belum “makan”. Nasi dapat diolah menjadi berbagai macam variasi makanan olahan seperti nasi goreng, nasi lontong, nasi sauto, dll. Beras juga digunakan sebagai bahan pembuat berbagai macam penganan dan kue-kue, utamanya dari ketan, termasuk pula untuk dijadikan tapai. Selain itu, beras merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras adalah arak dan air tajin.
 Gambar 2. Tapai Ketan
Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa: merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi). Beras merupakan butir padi yang telah dibuang kulit luar (sekam) atau disebut epicarp. Selain diselimuti epicarp, beras terdiri dari cellulose yang keras, sebiji beras juga memiliki struktur lapisan kulit dalam yang disebut pericarp, terdiri atas 2-3 lapis sel yang dibatasi selapis sel kubik bernama aleuron. Lapisan ini melingkupi bagian dalam biji yang disebut endosperm. Sedangkan lembaga, yang merupakan bakal benih tanaman, melekat pada bagian pangkalnya.
Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling menggunakan mesin RiceMill sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.
Beras secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari
  • aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit,
  • endosperma, tempat sebagian besar pati dan protein beras berada, dan
  • embrio, yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai mata beras.
 Gambar 3. Beras Ketan
Kandungan beras
Tanaman padi sebagai penghasil beras termasuk golongan tanaman serelia (tanaman penghasil biji-bijian). Sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar dari beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air.
Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:
  • amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
  • amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket
Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras.

Macam dan warna beras
Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia.

Beras "biasa" yang berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras.
Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.
Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam.
Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.
Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam.

Beberapa jenis beras mengeluarkan aroma wangi bila ditanak (misalnya 'Cianjur Pandanwangi' atau 'Rajalele'). Bau ini disebabkan beras melepaskan senyawa aromatik yang memberikan efek wangi. Sifat ini diatur secara genetik dan menjadi objek rekayasa genetika beras.
Tetapi, apa pun nama berasnya, orang awam hanya tahu, bahan ini hanyalah sumber karbohidrat semata, pengenyang perut. Padahal, khususnya beras merah, juga dapat dimanfaatkan untuk menyehatkan tubuh serta merawat kecantikan. Kebiasaan mengkonsumsi beras putih berdampak pada minimnya ketertarikan untuk mengkonsumis jenis beras lain. 

Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, diolah menjadi tepung bekatul (rice bran). Bagian embrio juga diolah menjadi suplemen makanan dengan sebutan tepung mata beras.


Sumber: Wikipedia dan dari sumber lainnya.
Semoga bermanfaat....