Indonesia adalah negara agraris (sebuah kenyataan atau pertanyaan)

Mayoritas penduduk Indonesia bermatapencaharian di bidang pertanian, itu lah faktanya. Kalau hal tersebut dijadikan parameternya, maka Indonesia adalah negara agraris. Pernyataan itu benar adanya. Namun, sebagai negara agraris diharapkan kebutuhan pangan untuk warganegaranya dapat dicukupi dari produksi dalam negeri. Kenyataanya, Indonesia masih mengimpor pangan dari luar negeri, tidak hanya beras sebagai makanan pokok, tetapi bahan pangan lainnya seperti gandum, kedelai, dan jagung. Masih banyak Petani yang hidup dalam kemiskinan dan masih ada penduduk di pedesaan, yang menjadi sentra produksi pangan, mengalami kelaparan. Jadi pernyataan bahwa negara Indonesia adalah negara agraris patut jadi pertanyaan. Tetapi, semoga suatu saat nanti Negara Indonesia menjadi kenyataan sebagai Negara Agraris. Mari Kita memberikan sumbangsih bagi Kemajuan Dunia Pertanian Indonesia sesuai kemampuan Kita masing-masing. Apa sumbangsih Anda..........????????

Sabtu, 11 Juni 2011

Klasifikasi Gulma


Gulma merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) dalam budidaya tanaman intensif. Seiring dengan majunya teknologi budidaya tanaman, berkembang pula ilmu mengenai gulma dalam rangka untuk mengidentifikasi dan usaha pengendaliannya. Namun ilmu gulma berkembang relatif lebih terlambat dibandingkan dengan ilmu hama dan penyakit tanaman. Hal ini setidaknya disebabkan oleh dua alasan yaitu, pertama’serangan’ gulma terhadap tanaman relatif tidak spektakuler dibandingkan serangan hama dan penyakit yang dapat menyebabkan gagal panen, sehingga perhatian para ilmuwan dan praktisi lebih tertuju pada masalah hama dan penyakit. Kedua, anggapan bahwa dengan pengolahan tanah dan dengan cara manual telah dapat mengatasi masalah gulma. Mulai pada tahun 1940-an ketika herbisida kimia 2,4-D ditemukan, ilmu gulma berkembang lebih pesat.


Klasifikasi gulma diperlukan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi gulma. Dasar klasifikasi gulma ditentukan menurut aspek tertentu, maka klasifikasi gulma sangat beragam. Nama-nama daerah untuk setiap jenis gulma juga beragam. Berikut ini diuraikan tiga klasifikasi gulma berdasarkan aspek tertentu, yaitu:

A.    Klasifikasi gulma berdasarkan kesamaan respon gulma terhadap herbisida

Klasifikasi berdasarkan aspek ini paling sering digunakan, dikaitkan dengan usaha pengendalian gulma atau dalam petunjuk penggunaan suatu herbisida. Kesamaan respon terhadap herbisida adalah sifat atau gejala umum yang ditunjukkan gulma tersebut apabila terpapar suatu jenis herbisida.
Namun pada kenyataan di lapangan, gulma dari spesies yang sama kadangkala memberikan respon yang berbeda terhadap jenis herbisida tertentu. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti kondisi lingkungan tumbuh yang berbeda (ternaungi atau tidak), fase tumbuh yang tidak sama (baru berkecambah atau sudah dewasa). Penggolongan ini juga berlaku apabila herbisida tertentu diaplikasikan dengan dosis rekomendasi dan dengan cara aplikasi yang standar.
Walaupun dasar penggolongan ini memiliki kelemahan, namun sangat membantu dalam pengambilan keputusan pemilihan herbisida untuk mengendalikan gulma yang ada di lapangan.

1.      Gulma golongan Teki-Tekian (sedges)

Kelompok ini mencakup semua anggota dari famili Cyperaceae (suku teki-tekian). Contoh: teki ladang (Cyperus rotundus), Wudelan (Cyperus kyllinga), dan Scirpus moritimus. Kelompok ini memiliki daya tahan luar biasa terhadap pengendalian mekanik karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Selain itu, gulma ini menjalankan jalur fotosintesis C4 yang menjadikannya sangat efisien dalam 'menguasai' areal pertanian secara cepat. Ciri-cirinya adalah letak daun berjejal pada pangkal batang, bentuk daun seperti pita tidak berongga, tangkai bunga tidak beruas berbentuk silindris, tidak memiliki lidah daun, dan titik tumbuh tersembunyi. 

No Famili Spesies Nama daerah
1 Cyperaceae Cyperus difformis Jebungan
2 Cyperaceae Cyperus iria Menderong
3 Cyperaceae Cyperus rotundus Teki ladang
4 Cyperaceae Cyperus kyllinga Wudelan
5 Cyperaceae Fimbristylis littoralis Tumbaran
6 Cyperaceae Scirpus juncoides Babawangan
 Tabel. 1. Contoh gulma golongan Teki-tekian


Gbr.1.Cyperus sp.
Gbr.2. Fimbristylis littoralis


1.      Gulma golongan rumput-rumputan (grasses)
Kelompok ini mencakup semua anggota dari famili poaceae atau gramineae. Istilah lain yang sering digunakan untuk golongan gulma ini adalah gulma berdaun sempit. Gulma dalam kelompok ini berdaun sempit seperti teki-tekian tetapi memiliki stolon, alih-alih umbi. Kelompok gulma ini ditandai dengan ciri utama yaitu tulang daun sejajar dengan tulang daun utama, berbentuk pita, dan terletak berselang seling pada ruas batang. Batang berbentuk silindris, beruas dan berongga. Akar gulma golongan ini tergolong akar serabut. Contoh gulma kelompok ini adalah alang-alang (Imperata cylindrica).

No Famili Spesies Nama daerah
1 Poaceae Imperata cylindrica Alang- alang
2 Poaceae Paspalum conjugatum Rumput pait
3 Poaceae Cynodon dactylon Grintingan
4 Poaceae Echinochloa crus-galli Jejagoan
5 Poaceae Echinochloa colona Tuton
6 Poaceae Leptochloa chinensis
7 Poaceae Themeda arguens Rumput merak
8 Poaceae Ottochloa nodosa Rumput sarang buaya
9 Poaceae Eleusine indica Belulangan
10 Poaceae Digitaria adscendens Genjoran
11 Poaceae Setaria plicata Jambe-jambean

Tabel. 2. Contoh gulma golongan Rumput-rumputan

Gbr.3. Echinochloa crus-galli
Gbr.4. Leptochloa chinensis
Gbr.5. Cynodon dactylon

2.      Gulma golongan berdaun lebar (broadleaves)

Anggota gulma golongan berdaun lebar paling banyak dijumpai di lapangan dan paling beragam jenisnya. Semua jenis gulma yang tidak termasuk dalam famili poaceae dan cyperaceae termasuk dalam golongan gulma berdaun lebar. Berbagai macam gulma dari anggota Dicotyledoneae termasuk dalam kelompok ini. Ciri utamanya mempunyai daun yang lebar dengan bentuk yang bermacam-macam tergantung dari famili-nya, ada yang lonjong, bulat, menjari atau berbentuk hati. Akar yang dimiliki umunya berupa akar tunjang, tetapi jenis paku-pakuan atau pakis memiliki perakaran serabut. Batang umumnya bercabang, berkayu atau sukulen. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Contoh gulma ini ceplukan (Physalis angulata L.), wedusan (Ageratum conyzoides L.), sembung rambut (Mikania michranta), dan putri malu (Mimosa pudica).

No Famili Spesies Nama Daerah
1
Physalis angulata ceplukan
2 Asteraceae Ageratum conyzoides Wedusan
3 Asteraceae Clibadium surinamense Putihan
4 Asteraceae Chromolaena odorata Kirinyuh
5 Asteraceae Mikania michranta Sembung Rambut
6
Mimosa pudica putri malu
7
Amaranthus spinosus Bayam duri
8 Rubiaceae Borreria alata Kentang-kentangan
9 Rubiaceae Borreria sp.
10
Sagittaria guayanensis
11
Marsilea crenata
12 Mimosaceae Mimosa invisa Putri Malu
13 Mimosaceae Mimosa pudica
14
Monochoria vaginalis
15
Oxalis barrilierii
16
Polygala sp.
17
Portucala oleraceae
18
Synedrella nodiflora
19 Onagraceae Ludwigia octovalvis Cacabean
20 Commelinaceae Commelina benghalensis
21
Althernanthera philoxeroides
22
Limnocharis flava
23
Eclipta prostrata
Tabel. 3.  Contoh gulma golongan berdaun lebar

Gbr.6. Monochoria vaginalis
Gbr.7. Marsilea crenata
Gbr.8. Ageratum conyzoides
Gbr. 9. Chromolaena odorata

 Gbr. 10. Limnocharis flava

Gbr.11. Ludwigia octovalvis


A.    Klasifikasi gulma berdasarkan siklus hidup
1.      Gulma semusim (annual weeds)
Gulma semusin/gulma setahun adalah gulma yang siklus hidupnya dalam waktu setahun atau kurang dari 12 bulan. Ciri utamanya mempunyai pertumbuhan yang cepat dan menghasilkan biji dalam jumlah yang banyak. Contohnya antara lain bayam duri (Amaranthus spinosus), wedusan (Ageratum conyzoides), tuton (Echinochloa colonum), jaruman (Eragrostis amabilis), gendong anak (Euphorbia hirtai), meniran (Spigelia anthelmia), kentangan (Borreria alata), genjoran (Digitaria adscendens).
2.      Gulma dua musiman (biennual weeds)
Secara umum dapat dikatakan bahwa pertumbuhan vegetatif gulma dua musiman terjadi pada tahun  pertama dan pertumbuhan generatif pada tahun kedua. Contohnya adalah Tarraxacum sp., Plantago sp., Cyperus difformis.
3.      Gulma musiman (perennial weeds)
Gulma golongan ini menghasilkan organ vegetatif secara terus-menerus sehingga memungkinkan hidupnya lebih dari dua tahun. Gulma yang memiliki organ perkembangbiakan ganda, secara generatif dengan biji dan secara vegetatif dengan rimpang, umbi, daun atau dengan stolon, umumnya termasuk dalam golongan gulma musiman. Contohnya adalah kremah (Alternanthera sessilis), kirinyuh (Chromolaena odorata), rumput pait (Axonopus compressus), grintingan (Cynodon dactylon), alang-alang (Imperata cylindrica), dan kalamenta (Leersia hexandra). 

B.     Klasifikasi gulma berdasarkan habitat/tempat tumbuhnya
1.      Gulma air (aquatic weeds)
Gulma air memiliki sifat sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di air. Habitat air dapat berupa rawa, kolam, bendungan atau sawah. Contohnya adalah enceng gondok (Eichornia crassipes), kiyambang (Salvinia molesta), Azolla pinata, keladi air (Sagitaria pigmaea), genjer (Limnocharis flava), mata yuyu (Lindernia procumbens).
2.      Gulma darat (terrestrial weeds)
Gulma darat seluruh siklus hidupnya berlangsung di daratan, seperti alang-alang. Gulma darat memiliki anggota yang paling banyak jumlahnya. Contohnya adalah alang-alang, teki, paku kawat (Gleichenia linearisi), kucingan (Mimosa invisa).
3.      Gulma yang menumpang pada tanaman lain (aerial weeds)
Gulma golongan ini bersifat parasit atau epifit dengan cara tumbuh menempel pada tumbuhan lain. Contohnya adalah tali putri (Cuscuta sp.), duduwitan (Desmodium sp.), benalu.

Bagaimana Pendapat Anda...????
Semoga Bermanfaat....!!!!

3 komentar:

  1. Septian Tri Cahyono10 Mei 2013 02.26

    terima kasih atas ilmunya,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terim kasih juga atas kunjungan anda...!!!

      Hapus
  2. GOOD JOB PAL...!

    BalasHapus

Bagaimana Pendapat Anda...??????