Indonesia adalah negara agraris (sebuah kenyataan atau pertanyaan)

Mayoritas penduduk Indonesia bermatapencaharian di bidang pertanian, itu lah faktanya. Kalau hal tersebut dijadikan parameternya, maka Indonesia adalah negara agraris. Pernyataan itu benar adanya. Namun, sebagai negara agraris diharapkan kebutuhan pangan untuk warganegaranya dapat dicukupi dari produksi dalam negeri. Kenyataanya, Indonesia masih mengimpor pangan dari luar negeri, tidak hanya beras sebagai makanan pokok, tetapi bahan pangan lainnya seperti gandum, kedelai, dan jagung. Masih banyak Petani yang hidup dalam kemiskinan dan masih ada penduduk di pedesaan, yang menjadi sentra produksi pangan, mengalami kelaparan. Jadi pernyataan bahwa negara Indonesia adalah negara agraris patut jadi pertanyaan. Tetapi, semoga suatu saat nanti Negara Indonesia menjadi kenyataan sebagai Negara Agraris. Mari Kita memberikan sumbangsih bagi Kemajuan Dunia Pertanian Indonesia sesuai kemampuan Kita masing-masing. Apa sumbangsih Anda..........????????

Sabtu, 19 Mei 2012

Masihkah Bawang Merah Mensejahterakan Petani...???


Suatu usaha atau bisnis dapat menghasilkan keuntungan apabila harga jual hasil produksi (output) lebih besar daripada biaya produksi (input). Dalam usaha budidaya bawang merah, banyak sekali komponen biaya input, diantaranya yaitu: bibit,sewa tanah, tenaga kerja, pupuk dan obat-obatan. Komponen-komponen biaya ini besarnya bervariasi tergantung kondisi dan musimnya. Misalnya, jika serangan hama dan penyakit sedang tinggi, maka biaya untuk pembelanjaan obat-obatan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit tersebut akan meningkat. Apabila penanaman dilakukan pada musim kering, dimana suply air diambil dari sumur, tentu hal ini akan menambah biaya untuk pembelian bahan bakar diesel. Dari Tahun ke Tahun, modal untuk budidaya bawang merah terus meningkat, karena komponen biaya produksi terus naik. Sementara, harga jual panen bawang merah sangat fluktuatif. Harga suatu komoditas pertanian, khususnya sayur-sayuran, sangat tergantung dari supply and demand sesuai Hukum Ekonomi dimana jika suply melimpah sedangkan demand tetap, maka harga akan cenderung menurun, dan sebaliknya. Pada saat panen raya dimana suply suatu komoditas meningkat maka harga cenderung akan menurun. Namun, untuk komoditas bawang merah, sebenarnya produksi bawang merah lokal sudah mencukupi untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri. Apabila harga bawang merah rendah, disinyalir karena adanya bawang merah impor yang masuk ke wilayah Negara Indonesia.
Kondisi “per-bawang-an” Brebes sudah lama dalam keterpurukan, petani “menjerit” melakukan aksi demo   menuntut agar impor bawang merah dihentikan. Namun, aksi tersebut sepertinya kurang membuahkan hasil yang signifikan. Kondisi “per-bawang-an” masih tetap dimana harga komoditas ini masih rendah bahkan tidak laku dijual. Hasil panen banyak yang menumpuk di tempat penyimpanan, padahal komoditas ini sifatnya perishable (tidak dapat disimpan lama), sehingga banyak yang membusuk tidak dapat digunakan untuk bibit. Akibat dari kondisi semacam ini, pada musim tanam bawang merah tahun ini (setelah panen padi pada Bulan Februari-Maret 2012), jumlah areal  tanaman bawang merah berkurang daripada tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan para petani sudah kehabisan modal dan persediaan bibit yang sedikit. Para petani beralih menanam komoditas lain yang biaya produksinya lebih sedikit seperti tanaman kacang-kacangan.
Setiap komoditas pertanian memiliki “harga patokan” yang berbeda-beda, yaitu harga jual minimal, dimana kalau harga jual lebih rendah dari harga patokan tersebut maka petani mengalami kerugian. Harga patokan untuk Bawang merah berkisar Rp 7.000/kg, untuk komoditas sayur-sayuran, misalnya kentang =Rp 3.500/Kg, terong= Rp 700/Kg. Harga jual panen tidak dapat dikendalikan oleh petani, bahkan pemerintah pun tidak sanggup untuk melakukan intervensi misalnya dengan melarang bawang merah impor dari luar negeri masuk ke wilayah Negara Indonesia, karena hal ini terkait dengan perdagangan bebas atau mungkin juga karena ulah para oknum yang hanya mementingkan keuntungan bisnisnya sendiri.
Untuk itu perlu ada terobosan-terobosan yang inovatif dari para petani untuk melakukan perubahan dalam teknologi budidaya yang se-efisien mungkin supaya menghasilkan produktivitas yang lebih baik. Jadi kata kuncinya dan yang menjadi Pekerjaan Rumah adalah PRODUKTIVITAS.
Produktivitas pertanian di Indonesia secara umum kalah dengan Negara lain bahkan dengan sesama Negara berkembang. Bila cara-cara lama tetap dilakukan, maka usaha budidaya bawang merah tidak menguntungkan lagi dan akan ditinggalkan oleh petani.
»»  Selengkapnya...

Selasa, 17 Januari 2012

AKSI DAMAI PETANI MENOLAK BAWANG MERAH IMPOR


Kabupaten Brebes selain dikenal telor asinnya, dikenal juga sebagai sentra produksi bawang merah dan menjadi barometer kondisi per-bawangan nasional. Penduduknya yang berjumlah sebanyak 1.90.547 jiwa (sumber: radartegal.com), mayoritas adalah petani bawang merah, walaupun berprofesi sebagai PNS atau POLRI umumnya  mereka juga ”nyambi” bertanam bawang. Jadi komoditas bawang merah menjadi “tulang punggung” perekonomian di Kabupaten Brebes. Jika kondisi per-bawangan sedang “lesu” imbasnya ke sektor-sektor ekonomi yang lain juga mengalami kelesuan. Penjulan produk-produk otomotif, elektronik, sembako, dll. akan mengalami penurunan jika harga bawang sedang rendah. Sedikit tips buat anda jika anda adalah sales, jangan berjualan di wilayah Brebes manakala harga bawang sedang ‘hancur’, masa itu adalah saat yang pas jika anda mencari barang seken karena biasanya banyak petani yang menjual motornya atau barang-barang lain yang dimilikinya untuk modal menanam bawang lagi. Pedagang yang merasakan langsung imbasnya bila harga bawang ‘hancur’ adalah pedagang atau pemilik toko-toko pertanian yang menjual sarana produksi budidaya bawang merah seperti pupuk dan pestisida. Hal ini karena sudah menjadi kebiasaan petani untuk berhutang ke toko-toko pertanian. Daya serap pasar pupuk dan pestisida di Brebes memang sangat besar bahkan terbesar se Nasional. Melihat peluang pasarnya yang besar, banyak perusahaan agrokimia yang memproduksi pupuk dan pestisida, melakukan aktivitas promosi penjualan lebih intens di wilayah Kabupaten Brebes dibandingkan di wilayah lainya. Di wilayah inilah perusahaan-perusahaan agrokimia menggantungkan omzet penjulannya, dimana ‘kue pasarnya’ mencapai ratusan milyar pertahun. Kondisi ini juga dilirik oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengerdarkan produk-produk pupuk dan pestisida palsu atau produk ilegal yang tidak mempunyai izin dagang. Kasus penangkapan oknum yang memproduksi pestisida palsu sudah pernah dilakukan, namun peredaran produk-produk semacam ini tetap perlu diwaspadai.   


Sudah menjadi hukum ekonomi, bahwa jika pasokan/suply suatu barang melimpah sedangkan permintaan tetap maka harga barang tersebut akan turun. Suatu komoditas pertania pada saat panen raya dimana pasokan melimpah, maka harga cenderung akan turun. Sebaliknya jika hasil panen berkurang –mungkin karena faktor musim atau banyak yang  gagal panen- harga akan meningkat. Namun selama beberapa bulan terakhir ini, semenjak bulan puasa harga bawang merah berada pada level yang rendah di bawah 5 ribu bahkan sampai terjun bebas 2rb/kg harga ditingkat petani. Padahal harga BEP berkisar pada 7 rb/kg. Keadaan semacam ini disinyalir karena adanya bawang impor dari negara lain yang  masuk terutama dari negara Filipina, dimana harganya juga lebih murah. Adanya bawang impor ini akan memperbesar pasokan bawang yang mana akan membuat bawang lokal brebes harganya turun.


Kondisi ini tentunya sangat memukul ekonomi petani bawang di Brebes terutama petani gurem yang mengandalkan pendapatan keluarganya hanya dari menanam bawang. Bagi keluarga petani yang punya pendapatan lain  masih bisa ‘bernafas’, hasil panennya bisa disimpan sementara untuk dijual dikemudian hari bila harga mengalami kenaikan. Namun jika harga bawang tidak mengalami kenaikan selama labih dari 3 bulan juga akan muncul masalah dalam penyimpanan karena komoditas bawang tidak dapat disimpan lama. Teknologi penyimpanan sudah dikembangkan untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kualitas bawang merah namun teknologi tersebut membutuhkan investasi yang besar, sehingga hanya petani bermodal kuat saja yang bisa mengadopsinya.



Setelah berbulan-bulan petani ‘bersabar’ berharap ada kenaikan harga, namun kenyataannya bawang merah yang menjadi satu-satunya ‘harta karun’ yang dimiliki tidak beranjak naik harganya, sementara kebutuhan-kebutuhan lain tidak bisa tercukupi-untuk biaya hidup, biaya sekolah anak, membayar hutang, dll- pada akhirnya mereka ‘unjuk gigi’ menyatukan ‘misi dan visi’ menyatukan ‘barisan’ meneriakkan satu kata “ TOLAK BAWANG IMPOR”. Bawang impor yang telah menyengsarakan kehidupan ekonomi mereka, karena bawang merah yang mereka produksi tidak ada harganya lagi. 
Pada Hari Senin Tanggal 16 Januari 2012 mulai jam tujuh pagi, massa petani melakukan aksi damai di depan Pasar Bawang Klampok-Brebes yang dikoordinasi oleh Dewan Bawang Merah Nasional (DEBNAS) KorDa Brebes. Aksi damai ini juga diikuti oleh petani-petani dari daerah lain di sekitar Brebes yaitu Tegal, Pemalang dan Cirebon. 




Adanya aksi ini tentu saja menimbulkan kemacetan lalu lintas jalur pantura. Aparat keamanan dari kepolisian dikerahkan untuk menjaga aksi ini. 




“TOLAK...TOLAK...TOLAK...TOLAK BAWANG IMPOR SEKARANG JUGA...” . Demikian yel-yel yang diteriakkan massa petani. Beberapa orator dari perwakilan kelompok massa bergantian melakukan orasi. Ada juga orasi yang dilakukan oleh ibu-ibu menyampaikan keprihatianan nasibnya. Pelaku impor dikecam sebagai teroris, yang telah merugikan banyak petani. Tuntutan pokok aksi ini adalah menolak bawang impor, selain itu tuntutan lainnya adalah sebagai berikut :
1. Ditetapkannya harga patokan minimum bawang merah di tingkat petani (7 – 9 ribu/kg)
2. Diaturnya tata niaga bawang merah nasional yang berkeadilan
3. Adanya perlindungan dari Pemerintah untuk petani demi masa depan bawang merah nasional.
Jika tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, mereka mengancam akan memboikot PILKADA pemilihan Bupati Brebes yang akan dilaksanakan pada Tahun ini. Mereka berpendapat para wakil rakyat, para pejabat tidak memperdulikan nasib mereka. Para wakil rakyat dan para pejabat memperdulikan rakyat hanya pada saat akan pemilu untuk mencari dukungan, namun pada saat kondisi rakyat sedang terpuruk, mereka tidak memperdulikannya. Massa petani juga meminta  kepada pejabat pusat untuk memperhatikan nasib mereka, mendengar jeritan-tangis mereka, memberikan perlindungan terhadap hasil pertanian mereka. Selama aksi berlangsung, beberapa perwakilan petani (ketua  Asosiasi bawang merah, ketuan Gapoktan-Gapoktan, Ketua KTNA, Ketua Dewan Bawang Merah Nasional, dan ketua dari organisasi lainnya) melakukan dialog dengan pejabat Pemerintah Daerah Brebes untuk merumuskan tindakan-tindakan selanjutnya.







Setelah  dialog selesai dilakukan, sekiatar jam sebelas massa mulai bubar. Tindak lanjut dari aksi ini adalah beberapa perwakilan dari petani menuju ke jakarta yang di fasilitasi oleh Pemda Brebes untuk menyampaikan aspirasi ke pejabat-pejabat pusat. Mereka akan bertemu dengan mentri pertanian, mentri perekonomian, mentri perdagangan, dan pejabat-pejabat yang terkait masalah impor serta pelaku impor.
Sebagai ungkapan kekesalanya karena bawang tidak ada harganya, ada yang membuang bawang merah ke tengah-tengah jalan. Pada saat perjalanan pulang, massa terhenti di depan toko surabaya, sebelah timur pasar bawang klampok. Toko surabaya disinyalir menjadi gudang tempat transit bawang impor yang akan didistribusikan ke pasar-pasar. Ada yang memprovokasi ‘menggrebek’ gudang tersebut dan sempat terjadi insiden pelemparan ke arah gudang tersebut. Namun, emosi massa dapat diredam, sehingga tidak sampai terjadi tindakan-tindakan yang anarkis.




Kita tunggu saja nanti...semoga keadaan bisa membaik.


»»  Selengkapnya...

Kamis, 01 Desember 2011

Bibit Durian Bawor


Bibit Durian Bawor berkaki empat, dapat ditanam di dataran rendah, dalam jangka waktu empat tahun sudah dapat berbuah dengan ukuran buah 8-15 Kg. Buahnya tebal, bijinya tipis dan rasanya manis. Pemesanan hubungi: Odi , Hp 0856 4282 7879 / 0813 9194 8191
»»  Selengkapnya...

Bibit Jambu Sukun Merah Tanpa Biji


Bibit Jambu sukun merah tanpa biji, dalam jangka waktu satu tahun sudah dapat berbuah. Pemesanan Hubungi : Odi, Hp 0856 4282 7879 / 0813 9194 8191
»»  Selengkapnya...

Kamis, 06 Oktober 2011

NASA Reverse Osmosis (NASA R.O.)


Mesin Air minum NASA Reverse Osmosis (NASA R.O.) merupakan mesin pengolah air langsung minum yang dapat membuang polutan-polutan di dalam air PAM atau air sumur  seperti logam-logam berat, pestisida, racun-racun, zat kimia, partikel-partikel radio aktif, bakteri, virus, garam, endapan, dan sebagainya. Meminum air yang kurang bersih tidak akan berpengaruh dalam jangka pendek, namun dalam jangkam panjang lambat laun akan membuat organ-organ tubuh kita menjadi rusak dan seringkali berakibat fatal dan terlambat .

Air minum yang dihasilkan oleh NASA R.O. ini adalah Air murni dan sehat sehingga tidak perlu dimasak lagi. Air yang bersih dan sehat jelas akan memperbaiki system kekebalan tubuh kita karena didalamnya tidak ada lagi zat-zat yang berbahaya termasuk virus atau bakteri, ataupun bekas-bekasnya.

Dengan air murni ini darah didalam tubuh kita dapat mengalir dengan baik dan mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh sekaligus membuang zat-zat yang tidak berguna dan membuangnya lewat kulit dan  ginjal, sehingga mesin ini disebut “GINJAL ke-3” ketiga yang ada di luar kulit tubuh kita, mengingat cara kerjanya yang hampir sama.

Info lebih lanjut, hubungi kami 0856 4282 7879

»»  Selengkapnya...

Rabu, 05 Oktober 2011

Air Murni, Air Menyehatkan


Air adalah sumber kehidupan. Air menjadi kebutuhan pokok umat manusia, tanpa air manusia tidak bisa hidup. Air bisa membawa kesehatan yang lebih baik, tapi juga bisa mendatangkan penyakit tergantung dari kandungan air itu sendiri. 70 % air terkandung dalam tubuh, bisa dibayangkan jika air dalam tubuh kita bermasalah. 


Fungsi air bagi tubuh :
Sistem peredaran darah
Sistem pencernaan dan Metabolisme
Sistem pembuangan atau eliminasi
Menjaga suhu tubuh
Pelicin persendian
Merawat kecantikan kulit
Pelarut zat gizi (vitamin dan mineral).
Dua puluh tahun yang lalu pencemaran terjadi karena mikroorganisme dan kotoran. Masalah ini dapat diatasi dengan mendidihkan air atau menggunakan penyaring (filter) biasa. Sekarang air telah tercemar oleh logam-logam berat, bahan kimia, racun, bahan-bahan radioaktif dan berbagai bahan buangan industri. Metode pemurnian air yang berteknologi tinggi sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah pencemaran air pada saat ini.
Akibat meminum air yang tercemar dapat terjangkit penyakit menular, penyakit ginjal, artritis, tekanan darah tinggi, sakit kepala, penyakit kulit, penyakit kanker, gangguan sistem syaraf, penyakit kencing batu, penyakit batu empedu.
Meminum air yang tercemar polutan logam berat akan menurunkan fungsi air bagi kesehatan tubuh dan akan menambah beban kerja ginjal dan berakibat timbulnya berbagai penyakit seperti gangguan ginjal, batu ginjal, hipertensi, gangguan syaraf, liver.
Untuk mendapatkan air bersih diperlukan proses, banyak metode untuk memproses pengolahan air, diantaranya:

Ion Exchange  : Penukaran Ion
Destilasi  : Penyulingan
Active Carvon :  Karbon Aktif
Depo : Pengendapan
Boil  : Mendidihkan
O3 : Ozon
UV  : Ultra violet
R.O.  : Reverse Osmosis
Reverse Osmosis adalah proses penyaringan air melalui membran R.O. yang memiliki keistimewaan berupa lubang-lubang  penyaring yang sangat kecil sekali yaitu 0,0001 mikron. Sehingga dapat menyaring bahan pencemar berbahaya, mikroorganisme dan bahan pencemar terlarut. Lubang kecil pada membran tersebut hanya bisa dilalui oleh molekul air saja sehingga menghasilkan air murni sampai dengan 99,9 % dan memenuhi standar kelayakan di tingkat international sesuai ISO 2000, ISO 9000, dan ISO 14000
NASA R.O. plus Bio Ceramic penyaring air minum yang sempurna dan ekonomis adalah jawaban dan solusi untuk mendapatkan air yang murni, segar serta sehat bagi keluarga anda.

Proses pemurnian air  minum dengan NASA R.O.:

1. Sedimen 1 Mikro: membuang partikel-partikel seperti debu, karat, tanah
2. Granular Active Carbon (GAC) : berbentuk butiran untuk menyerap zat-zat kimia berbahaya seperti kaporit, detergen, pestisida
3. Carbon Blok (CTO) : berbentuk serbuk padat untuk menyempurnakan funsi GAC
4. Reverse Osmosis : membuang polutanpolutan berbahaya sampai tingkat terkecil melalui membran berukuran 1/10.000 mikron
5. Post Carbon : menyerap bau dan mengembalikan rasa serta menghambat pertumbuhan mikro-organisme
6. Bio-Ceramic : mengaktifkan dan meng-ionisasi molekul air menjadi lebih kecil, menambah kandungan oksigen, menjadikan molekul air  mudah diserap oleh tubuh sehingga meningkatkan proses metabolisme di dalam tubuh.
 

Pengujian Kemurnian Air
Alat uji yang digunakan:
-Electrolisa: alat untuk mengetahui kadar logam dalam air

-TDS meter : Total Disolve Solid yaitu alat untuk mengetahui zat padat terlarut dalam air

Hasil Pengujian :

Gelas I (bening / jernih):air sumur /air tanah setelah diolah menggunakan filter air Reverse Osmosis (R.O)
Gelas II air keruh kehijauan adalah air sumur sebelum diolah menggunakan filter air (R.O.)


Kandungan mineral dalam air adalah mineral anorganik yang tidak dapat diserap dan diurai dalam tubuh. Mineral tersebut harus melalui perubahan, antara lain tanaman meyerap mineral anorganik lewat akar tanaman dan melalui fotosintesis diubah menjadi mineral organik, ketika makan sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan atau minum susu, kebutuhan mineral untuk tubuh akan terpenuhi. Semua standar laboratorium tes air tidak memperbolehkan kandungan mineral >mg/liter tertentu, misalnya besi harus < 0,3 mg/ltr. Padahal kebutuhan mineral besi sehari 13 mg/ltr. Ini karena kandungan mineral besi dalam air berbahaya bagi tubuh, kalau bisa lebih baik tidak ada sama sekali dala air minum kita.
Warna air tercemar setelah melalui proses elektrolisis
Warna
Bahan Pencemar
Pengaruh terhadap kesehatan
Hitam
Kalsium, Magnesium Teroksida
Batu pada Ginjal
Seng
Hati, Sistem saraf
Raksa, Plumbum, Logam Berat
Penyakit Ginjal
Sistem saraf pusat
Merusak sel darah merah
Biru
Aluminium sulfat
Organik Fosfat
Racun tumbuhan (Pestisida)
Sistem saraf
Hati 
Ginjal
Jingga
Besi Teroksida
Gangguan pada pembuangan air seni, ketidakseimbangan metabolisme
Hijau
Kuprum Teroksida
Klorin
Penyakit ginjal 
Sisitem saraf
Bahan Karsinogen
Putih
Aluminium
Hati, sistem saraf
Bahan Karsinogen
Arsenik
Bahan Karsinogen
Getah
Bakteri, Virus, Alga
Asbestos
Bahan Karsinogen

Keistimewaan air R.O
Untuk mencuci sayur dan buah, menjadi tidak cepat layu
Untuk membaut adonan roti, maka roti lebih mengembang dan tidak mudah berjamur
Rasa sup lebih enak dan lebih lezat
Memasak nasi lebih enak dan tidak mudah basi
Rasa teh dan kopi menjadi lebih nikmat
»»  Selengkapnya...

Minggu, 11 September 2011

VITERNA Plus Organik



VITERNA Plus merupakan suplemen pakan ternak, ikan dan udang yang diolah dari berbagai macam bahan alami (hewan dan tumbuhan), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk :

1. Meningkatkan kuantitas (peningkatan Average Daily Gain /ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam) - kualitas daging (mengurangi kandungan kolesterol) - kesehatan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) semuanya merupakan Aspek K-3.
2. Memacu enzim - enzim pencernaan ternak.
3. Memberikan mineral - mineral esensial maupun non esensial.
4. Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk pertumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb.).
5. Menambah kandungan asam - asam lemak didalam rumen / lambung ternak.
6. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN).
7. Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.
8. Meningkatkan nafsu makan.
9. Mengurangi kandungan kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran ayam
10.Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan


CARA PAKAI :
1.     Ternak Besar : Sapi, Kerbau, dll
5 cc perhari dicampur air minum atau campuran pakan (komboran)
2.     Ternak Kecil : Kambing, Kelinci, dll
4 cc perhari dicampur air minum atau campuran pakan (komboran)
3.     Ternak Unggas : Ayam, Itik, dll
1 cc/Liter air minum setiap hari sekali
4.     Perikanan : Bandeng, Udang, Ikan Mas, Lele, Gurame, Patin,dll
2-5  cc/Liter/kg pakan


Isi Botol                  = 500 cc
Volume Tutup Botol = 12,5 cc


KOMPOSISI :
A.    Mineral-mineral : N, P, K, Ca, Mg, Na, Cl, S, Fe, Zn, Cu, Mn, Co, Mb, Se, Cr, F
B.    Volatil Fatty Acid / Asam Lemak : Aspartat, Glutamat
C.    Asam-asam Amino / Protein : Serin, Tyrosin, Histidin, Iso Leusin, Lysin, Metionin, Phenil alanin, Triptopan, Valin, Arginin, Threonin.
D.    Vitamin-vitamin : A, D, E, K, B kompleks, C














»»  Selengkapnya...