Indonesia adalah negara agraris (sebuah kenyataan atau pertanyaan)

Mayoritas penduduk Indonesia bermatapencaharian di bidang pertanian, itu lah faktanya. Kalau hal tersebut dijadikan parameternya, maka Indonesia adalah negara agraris. Pernyataan itu benar adanya. Namun, sebagai negara agraris diharapkan kebutuhan pangan untuk warganegaranya dapat dicukupi dari produksi dalam negeri. Kenyataanya, Indonesia masih mengimpor pangan dari luar negeri, tidak hanya beras sebagai makanan pokok, tetapi bahan pangan lainnya seperti gandum, kedelai, dan jagung. Masih banyak Petani yang hidup dalam kemiskinan dan masih ada penduduk di pedesaan, yang menjadi sentra produksi pangan, mengalami kelaparan. Jadi pernyataan bahwa negara Indonesia adalah negara agraris patut jadi pertanyaan. Tetapi, semoga suatu saat nanti Negara Indonesia menjadi kenyataan sebagai Negara Agraris. Mari Kita memberikan sumbangsih bagi Kemajuan Dunia Pertanian Indonesia sesuai kemampuan Kita masing-masing. Apa sumbangsih Anda..........????????

Selasa, 15 Maret 2011

Cara mengukur pH tanah


Artikel sebelumnya telah dijabarkan mengenai pH tanah. Tanah yang kondusif untuk budidaya tanaman adalah tanah yang netral (pH = 6-7). Apabila tanah terlalu asam perlu dilakukan pengapuran untuk menetralkan tanah tersebut. Untuk itu sebelumnya perlu dilakukan pengukuran nilai pH agar pemberian kapur tepat dosis.
Menilai kondisi asam atau basa tanah dengan melihat gejala tanaman kurang akurat karena gejala tanaman yang terjadi bisa disebabkan oleh faktor lain. Maka untuk keperluan itu dapat menggunakan alat ukur pH tanah. Alat yang murah adalah indikator kertas lakmus.
Satu bungkus berisi 100 keping kertas lakmus dengan harga sekitar Rp 150.000. Jadi bisa untuk melakukan 100 kali pengukuran. Wadah tersebut dilengkapi indikator nilai pH berupa warna-warna untuk menentukan nilai pH hasil pengukuran keping kertas lakmus.

Sebelum melakukan uji pH, dilakukan pengambilan sampel tanah terlebih dahulu. Sampel tanah diambil dari lapisan yang dalam, sedalam lapisan pengolahan tanah ± 30 cm. Pengukuran pH pada sebidang tanah yang luas perlu dilakukan pengambilan sampel tanah secara acak di beberapa tempat yang dianggap mewakili seluruh bidang tanah tersebut. Setelah beberapa sampel tanah diambil dari beberapa tempat, campur sampel tanah-tanah tersebut hingga merata, kemudian larutkan dengan air murni (aquades) dalam wadah. Kemudian diamkan beberapa saat, celupkan ujung kertas lakmus yang berwarna ke dalam larutan tersebut. Warna di kertas lakmus setelah di celup akan berubah, tunggu sampai perubahannya stabil (warna tidak berubah lagi). Cocokan warna di keping kertas lakmus dengan warna indikator nilai pH yang tertera di wadahnya. Misalnya, warna di keping kertas lakmus sesuai dengan nomor 4, berarti nilai pH sampel tanah yang diukur adalah 4.
Pengukuran pH tanah dapat pula dilakukan dengan alat lain yang lebih praktis penggunaannya dan lebih akurat hasilnya yaitu digital pH-meter. 
Penggunaannya langsung ditancapkan ke dalam tanah yang akan diukur. Tunggu beberapa saat, hasil pengukurannya langsung terlihat.

Semoga Bermanfaat.....
 Bagaimana Pendapat Anda...?????

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bagaimana Pendapat Anda...??????