Saturday, August 30, 2014

Pengendalian Gulma Daun Sempit di Lahan Padi



Artikel sebelumnya telah membahas mengenai klasifikasi gulma (Baca: Klasifikasi Gulma). Secara garis besar, gulma di golongkan menjadi 3 golongan, yaitu gulma berdaun lebar, gulma berdaun sempit, dan gulma teki-tekian. Dilihat dari spesies-nya, jenis gulma sangatlah banyak, namun guna untuk mengidentifikasinya, penggolongan gulma menjadi 3 golongan tersebut sering digunakan, dikaitkan dengan usaha pengendalian gulma atau dalam petunjuk penggunaan suatu herbisida.  

Beragam spesies Gulma di lahan padi

Setiap golongan mempunyai sifat tertentu, lebih spesifik lagi setiap spesies gulma juga memiliki sifat yang unik. Maka setiap spesies gulma juga memiliki respon yang berbeda tehadap herbsisida tertentu.
Keberadaan gulma di setiap lahan budidaya pertanian sangat bervariasi. Gulma yang berada di lahan perkebunan berbeda dengan gulma di lahan persawahan. Gulma di lahan perkebunan kelapa sawit berbeda pula dengan gulma di lahan perkebunan tebu. Khusus dilahan budidaya pertanian padi, ketiga golongan gulma tersebut pasti ada, namun spesiesnya jelas bervariasi dari lahan satu dengan lahan yang lain. Variasi keberadaa gulma dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang terutama adalah kondisi tanahnya. Sistem pengairan, pemupukan, pengolahan tanah akan sangat berpengaruh terhadap gulma. Lahan padi yang selalu sering tergenang air ( jarang mengalami kekeringan) atau dalam Bahasa Jawa “tanah Jombor” kehadiran gulma daun lebar lebih dominan. Sedangkan lahan yang sering mengalami kekeringan kehadiran gulma daun sempit yang dominan. Penggunaan pupuk kandang atau pupuk organik padat yang bahan dasarnya dari kotoran ternak, juga mempunyai pengaruh dapat meningkatkan populasi gulma. Maka dari itu banyak petani yang enggan menggunakan pupuk kandang, walaupun mengerti akan kegunaan pupuk tersebut dapat menyuburkan tanah, tapi ada efek lain yaitu meningkatkan populasi gulma.

Keberadaan gulma sekarang menjadi perhatian yang serius oleh para ilmuwan, karena telah menjadi kendala dalam budidaya pertanian yang intensif. Kerugian yang timbulkan oleh gulma erat kaitannya dengan sifat unggul yang dimilikinya, dimana sifat  tersebut tidak dimiliki oleh tanaman budidaya (Baca : Karakter Gulma). Oleh karena itu, sekarang dikembangkan metode pengendalian gulma yang lebih efektif. Salah satu caranya dengan dikembangkannya berbagai macam herbisida, karena cara ini paling praktis dilaksanakan. Mulai pada tahun 1940-an ketika herbisida kimia 2,4-D ditemukan, ilmu gulma berkembang lebih pesat. Maka pada tahun tersebut dianggap menjadi tonggak sejarah penggunaan herbisida. Dari segi bisnis, masalah keberadaan gulma telah menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Maka setiap perusahaan berlomba-lomba untuk mengembangkan produknya untuk dapat menikmati “ kue bisnis” ini. Berbagai macam produk herbisida sekarang telah banyak beredar, dari segi merk dan spesifikasi-nya. Penemuan bahan aktif untuk herbisida juga terus bermunculan.
Herbisida dengan bahan aktif 2,4-D dan Glifosat merupakan herbisida yang paling populer, dari dulu sampai sekarang masih banyak digunakan dan paling banyak terdaftar dengan berbagai macam merk dagang (Baca : Herbisida: GolonganPestisida untuk mengendalikan Gulma). Penggunaan herbisida yang sama dan terus-menerus juga menimbulkan masalah resistensi. Namun, gejala resistensi gulma lebih lambat dibandingkan gejala resistensi pada insektisida maupun fungisida. Gejala resistensi erat kaitannya dengan frekuensi aplikasi, jika suatu jenis pestisida diaplikasikan lebih sering dalam satu musim tanam, maka gejala resistensi akan cepat muncul. Penggunaan herbisida tidak sesering penggunaan insektisida dalam satu musim tanam, oleh karena itu gejala resistensinya sangat lambat. Contoh kasus pada aplikasi insektisida untuk mengendalikan hama ulat daun bawang merah, yang mana aplikasinya 2-4 hari sekali, dan dalam satu musim  taman aplikasinya mencapai 10 – 15 kali. Sedangkan aplikasi herbisida hanya satu kali dalam satu musim tanam, yaitu diaplikasinya herbisida pra-tumbuh pada saat sebelum tanam. Sehingga insektisida tersebut hanya akan “bertahan” selama 3-5 kali musim tanam, kemungkinan musim tanam ke-6 tidak akan efektif lagi untuk mengendalikan hama ulat bawang merah. Sedangkan herbisida pra-tumbuh tersebut masih bisa digunakan lagi untuk musim tanam selanjutnya karena belum ada gejala resistensi. Bila gejala resistensi muncul, reaksi petani tentu akan meningkatkan dosis takaran penggunaan herbisida tersebut. Berdasarkan pengalaman penulis, delapan tahun yang lalu, penggunaan herbisida glifosat 100 ml/tangki sprayer sudah cukup efektif, namun sekarang kebiasaan petani mengaplikasikannya dengan dosis mencapai 150-200 ml. Dengan meningkatnya dosis takaran penggunaan pestisida tentu akan meningkat pula biaya produksi usaha tani. 
Pengendalian gulma di lahan pertanian padi dengan cara manual ( Bahasa Jawa “diwatun” atau “dikorok”) dan dengan menggunakan herbisida. Dengan semakin langka dan mahalnya biaya tanaga kerja, maka petani cenderung memilih menggunakan herbisida. Dipasaran sekarang banyak tersedia berbagai macam herbisida padi dari segi merk dagang, harga,  kelebihan dan kekurangan masing-masing produk. Setiap produk herbisida mempunyai cara kerja yang berbeda-beda. Satu perusahaan memproduksi beberapa macam herbisida yang berbeda spesifikasinya. Karena spesies gulma sangat banyak dan memiliki karakteristik yang berbeda, tentu tidak mungkin satu jenis herbisida yang efektif dapat mengendalikan semua gulma. Oleh karena itu, sering kali petani mencampur lebih dari satu jenis produk herbisida untuk memperluas “spektrum pengendaliannya” atau mencampur suatu herbisida dengan bahan-bahan lain yang  bersifat “racun” bagi tanaman ( Baca : Resep-Resep Obat” Untuk PengendaliaanGulma). Dari perusahaan produsennya juga memproduksi satu produk dengan kandungan lebih dari satu bahan aktif .




Di lahan pertanian padi, gulma golongan daun sempit dianggap petani sebagai gulma yang “bandel” karena memang sifatnya yang “bandel” dapat mengungguli tanaman padi dalam berkompetisi. Gulma tersebut adalah Echinochloa crusgalli, Echinochloa colona, dan Leptochloa chinensis. Gulma ini pertumbuhannya menjulang ke atas sehingga akan “menang”, sedangkan kalau gulma daun lebar menjalar dibawah sehingga akan “kalah” dalam berkompetisi dengan tanaman padi.  Gulma ini dibandingkan dengan padi “bentuk tubuhnya” juga sangat persis pada saat masih muda, dan seringkali tumbuhnya serumpun dengan padi.  Sehingga jika tidak jeli membedakannya, gulma tersebut terbawa bersama dengan bibit padi, dan tidak dicabut pada saat “matun” karena dianggap bukan gulma. Kalau “dikorok” di sela-sela barisan tanaman padi, gulma ini tidak akan “tercabut” karena posisinya yang serumpun dengan tanaman padi. 

 
Perbedaan Daun Gulma vs Daun Padi

Produk herbisida untuk mengendalikan gulma daun sempit dibedakan dari herbisida untuk mengendalikan gulma daun lebar. Herbisida daun sempit juga bisa mengendalikan gulma teki-tekian dan gulma daun lebar jenis tertentu. Perbedaan lain adalah dari segi harga, herbisida daun sempit umumnya lebih mahal. Contoh produk herbisida daun sempit adalah Topshot dari PT. Dow AgroSciences ( bahan aktif : sihalotop butil & penoksulam), RiceStar X-Tra dari  PT.Bayer (bahan aktif : fenoksaprop etil & etoksisulfuron) dan Nominee dari PT.Petro Kimia Kayaku ( Bahan aktif : bispiribak sodium).  Herbisida ini bekerja secara “selektif” dan purna-tumbuh, maka aplikasinya pada saat gulma tumbuh masih “muda” dan tidak akan “membunuh” tanaman padi. Setiap produk herbisida mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Petani harus memahami karakter produk herbisida dan tata cara aplikasinya supaya memperoleh hasil yang optimal. Petani perlu memperhatikan prinsip 4T yaitu Tepat Sasaran, Dosis, Cara, Waktu. 
 
Produk Herbisida : Topshot

Topshot merupakan salah satu herbisida selektif terhadap padi, purna-tumbuh, dan tidak menyebabkan “toksik” terhadap padi, sehingga daun padi tetap hijau.
1.       Tepat Sasaran: Perhatikan populasi gulma, bila gulma golongan daun lebar dan teki-tekian yang dominan, gunakan  herbisida daun lebar ( biasanya harga lebih rendah). Namun jika populasi yang dominan adalah gulma daun sempit, gunakan Topshot.
2.       Tepat Dosis : Sesuai lebel 0,75 – 1,5 liter/ Ha. Dosis disesuaikan dengan tingkat kepadatan gulma. Jika gulma populasinya tinggi , dosis lebih tinggi.
3.       Tepat Waktu : Aplikasi Topshot pada saat umur gulma 3-5 helai daun. Gulma yang dimaksud adalah gulma daun sempit, karena sasaran utama Topshot adalah gulma daun sempit. Umur padi berkisar 10 – 20 HST.
4.       Tepat Cara : Kondisi lahan harus basah/macak-macak.
Karena Topshot bekerja secara sistemik, maka hasilnya akan terlihat setelah 3 Hari aplikasi. Gulma mulai menguning, dan kemudian menjadi hitam kecoklatan setelah 10 Hari.

  
Saat yang tepat aplikasi Topshot

  
3 Hari Setelah Aplikasi Topshot

  
 10 Hari Setelah Aplikasi Topshot

Semoga Bermanfaat....!!!

34 Comments:

At April 24, 2015 at 6:00 AM , Blogger BLAK KENONG said...

Artikel yang bagus dan bermanfaat.
Saya termasuk salah satu petani padi yang pusing mengendalikan gulma. Benar urai bapak bahwa penggunaan pupuk kandang akan sangat menambah jumlah rumput pengganngu di lahan padi. Sudah beberapa kali saya menggunakan herbisida Nominee untuk membasmi rumput. Pernah satu musim tanam padi saya campurkan 25cc Nomine untuk 18 lt air pada tangki semprot elektrik. Rumput memang banyak yang mati tapi efeknya pertumbuhan padi jadi terganggu, anakan juga jadi berkurang, daun padi nampak kaku, dan tak bisa melengkung seperti yang ndak di beri herbisida. Musim tanam berikutnya dosis saya kurang jadi 15cc/18 lt air. Efek membasmi rumput jadi kurang greget, walaupun pada tanaman padi memang tak banyak berpengaruh, anakan tetap bayak, dan daun nampak lengkung gemulai. Celakanya rumput liar jadi gampang merajalela lagi. Jadilah cara kuno yang saya terapkan menggunakan herbisida warisan nenek : "cap tangan". Sekedar sharing, hanya untuk urusan rumput sialan biaya mencabutnya bisa 3 kali biaya menanama benih padi (tandur), apa nggak apes tuh. Saya jadi pingin tahu, gimana cara petani2 di Thailand, Vietnam atau negara lain ko' bisa2nya jual beras begitu murah, bahkan sampai ke negeri kita, apa disana nggak ada rumput, atau mereka punya obat herbisida yang sedemikian ampuh dan murah sehingga dapat menekan biaya tanam. Kalau bapak punya info tentang pertanian padi di negeri tetangga, sekaligus cara2nya yang bisa sedemikian efisien tolong di share, pasti bakalan seru. Matursuwuuuunnn.

 
At November 6, 2015 at 10:04 PM , Blogger Unknown said...

Kami mengedarkan produk produk dari petrokimia kayaku...untuk informasi dan pemesanan hub.08123090654 dan in pin BB 56a95846.

 
At December 12, 2015 at 4:13 PM , Blogger kompetisiwu said...

Pupuk kandang memang sebaiknya diolah dulu menjadi kompos sehingga bibit-bibit tanaman yang berpotensi menjadi gulma dapat dimatikan terlebih dahulu karena panasnya proses pengkomposan

 
At January 29, 2016 at 2:11 PM , Blogger Azis Satria Putra said...

Boleh tau, berapa harga nominee berapa?

 
At January 29, 2016 at 2:11 PM , Blogger Azis Satria Putra said...

Boleh tau, berapa harga nominee berapa?

 
At February 7, 2016 at 9:09 AM , Blogger Unknown said...

Trimakasi artikelnya sgt membantu sya sebagai petani baru , sya mau bertanya min , itu klw pke topshot apakah tidk akan berpengaruh pada anakan padi ? ? Karena gulma berdaun sempit sangat bandel

 
At April 26, 2016 at 2:48 AM , Blogger Unknown said...

Sy jg pengguna nominee 100 OF dari lombok - NTB, sampai saat ini nominee mampu mengendalikan gulma padi dan padi tidak kuning/stress..lebih bagus lg bila nominee 100 OF di campurkan dengan Kissan 10 WP (produk baru PT. Petrokimia Kayaku)..tq

 
At April 26, 2016 at 2:49 AM , Blogger Unknown said...

Sy jg pengguna nominee 100 OF dari lombok - NTB, sampai saat ini nominee mampu mengendalikan gulma padi dan padi tidak kuning/stress..lebih bagus lg bila nominee 100 OF di campurkan dengan Kissan 10 WP (produk baru PT. Petrokimia Kayaku)..tq

 
At June 15, 2016 at 11:28 AM , Blogger cahndeso-mbangundeso said...

untuk menghindari stress pada tanaman padi setelah aplikasi herbisida perlu dosis takaran yang tepat dan kondisi tanaman padi dalam kondisi sehat saat aplikasi. jika diteliti lebih jauh setiap varietas padi juga mempunyai respon yg berbeda-beda terhadap daya racun herbisida.jadi perlu keterangan dari Bpk Roni berapa dosis yg dipakai dan varietas padinya apa. namun di setiap daerah karakter gulma juga berbeda-beda, maka tidak ada takaran yg sama jika mau diterapkan di daerah lain

 
At June 15, 2016 at 11:31 AM , Blogger cahndeso-mbangundeso said...

Tidak ada pengaruhnya..

 
At June 15, 2016 at 11:33 AM , Blogger cahndeso-mbangundeso said...

ya setuju..sebaiknya pupuk kandang dikomposkan terlebih dahulu..

 
At June 15, 2016 at 11:35 AM , Blogger cahndeso-mbangundeso said...

Harga berkisar antara 120 - 130 rb kemasan 250ml.tiap toko/tiap daerah berbeda-beda.

 
At June 15, 2016 at 11:39 AM , Blogger cahndeso-mbangundeso said...

memang perlu trial & error dalam aplikasi herbisida yang tepat.
saya kira ga ada kaitannya biaya murah shg bisa ekspor ke negara kita, mungkin karena dapat subsidi dari pemerintahnya.

 
At August 12, 2016 at 5:05 PM , Blogger Unknown said...

berpa dosis nomine yg digunakan per tangkinya min, terimakasih

 
At October 31, 2016 at 1:04 AM , Blogger Unknown said...

Mas candra boleh minta no pin bbnya.saya berminat dengan nominee dan lain2nya

 
At October 31, 2016 at 1:05 AM , Blogger Unknown said...

Mas candra boleh minta no pin bbnya.saya berminat dengan nominee dan lain2nya

 
At November 23, 2016 at 6:18 AM , Blogger cahndeso-mbangundeso said...

sesuai label petunjuk penggunaan, dosisnya 250ml nominee untuk 1 Ha. jika 1 Ha membutuhkan 18 tangki, berarti 1 tangki 14 ml nominee

 
At December 1, 2016 at 5:14 AM , Blogger Unknown said...

Sy juga petani pengguna nominee, rumput hilang padi ttp hijau dan anakann ttp banyak asalkan penggunaan ppk berimbang antra unsur hara makro dan mikro.

 
At February 27, 2017 at 2:58 AM , Blogger Unknown said...

http://obatvimaxjakarta.com
http://hargavimaxasli.com
http://arul-shop.com

 
At March 2, 2017 at 8:49 AM , Blogger Unknown said...

trims infonya sangat bermanfaat sekali

 
At March 16, 2017 at 7:52 AM , Blogger cahndeso-mbangundeso said...

Terima kasih telah share pengalaman. pada prinsipnya herbisida merk lain juga bagus asalkan aplikasinya tepat

 
At March 16, 2017 at 7:55 AM , Blogger cahndeso-mbangundeso said...

terima kasih telah sudi mampir...

 
At May 19, 2017 at 12:28 AM , Blogger Unknown said...

Recistar(kala banteng)+clincher/alcher....
Coba di tes...efek pertumbuhan agak padi agak lambat...gulma sapurata....

 
At June 5, 2017 at 4:54 AM , Blogger Elah bali said...


Saya sangat berterimakasih banyak kepada
AKI MANGKUBONO yg sudah membantu saya sekeluarga,karna sekaran ini saya sudah punya usaha dan bisa melunasi semua hutang2 saya bakhan saya juga sudah bisa membahagiakan kedua orang tua saya bersama istri saya. itu semua atas bantuan AKI yang memberikan angkanya yaitu 6734, sudah banyak paranormal yg saya hubungi tapi tdk pernah membuahkan hasil sehingga saya mencoba mengikuti nomor ritual AKI MANGKUBONO dan alhamdulillah berhasil dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan HBG
085203333887 AKI MANGKUBONO jangan percaya sama nomor ritual paranormal yg lain,nomor ritual AKI MANGKUBONO meman selalu tepat dan terbukti. atau SILAHKAN ANDA BUKTIKAN SENDIRI.

 
At June 5, 2017 at 4:55 AM , Blogger Elah bali said...

Saya sangat berterimakasih banyak kepada
AKI MANGKUBONO yg sudah membantu saya sekeluarga,karna sekaran ini saya sudah punya usaha dan bisa melunasi semua hutang2 saya bakhan saya juga sudah bisa membahagiakan kedua orang tua saya bersama istri saya. itu semua atas bantuan AKI yang memberikan angkanya yaitu 4387 sudah banyak paranormal yg saya hubungi tapi tdk pernah membuahkan hasil sehingga saya mencoba mengikuti nomor ritual AKI MANGKUBONO dan alhamdulillah berhasil dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan HBG
085203333887 AKI MANGKUBONO jangan percaya sama nomor ritual paranormal yg lain,nomor ritual AKI MANGKUBONO meman selalu tepat dan terbukti. atau SILAHKAN ANDA BUKTIKAN SENDIRI.

 
At December 12, 2017 at 9:22 PM , Blogger mbah wo said...

review u/topshot mana nih?
kok cm nominee aja yg diulas

 
At November 1, 2018 at 8:23 AM , Blogger Unknown said...

pada cerita noomine malahan yah... ditempat q noomine gak mempan tuh gulmanya masih pada seger buger... pngn coba topshot ni belinya dmna ya...

 
At February 9, 2020 at 6:23 AM , Blogger Unknown said...

Nominee di campur dgn lindomin apa berpengaruh terhadap padi atau tdk.
Maaf sy pemula bos

 
At May 17, 2020 at 9:21 PM , Blogger nurhanna tambunan said...

Pak mau bertanya, apakah boleh menggunakan herbisida Nominee 2 kali ke lahan/tananaman padi yang sama?

 
At June 6, 2020 at 6:50 AM , Blogger Unknown said...

Nomine dicampur dengan regent berpengaruh kah pada padi mohon penjelasanya, maaf ini juga baru pemula

 
At June 6, 2020 at 6:52 AM , Blogger Unknown said...

Nomine dicampur dengan regent berpengaruh kah pada padi mohon penjelasanya, maaf ini juga baru pemula

 
At July 7, 2020 at 9:48 PM , Blogger Unknown said...

Klo saya pyzero bagus untk daun sempit, dicampur ally plus dn piribag/tabas untuk daun lebar jg bergyna sbg penetral racun pada ally dn pyzeronya..smg brrmanfaat

 
At October 12, 2020 at 9:34 PM , Blogger Guntur Sulistiawan said...

Herbisida bahan aktif natrium bispiribak memang slow but sure, proses kematiannya lambat tapi pasti. hanya saja pengendalian harus di awal saat gulma tumbuh aktif 2-3 helai. Untuk gulma yang agak besar sy kombinasikan dengan Fenoxaprop-p-etyl. Takaran Natrium bispiribak 25 ml + Fenoxaprop 10 ml. Aman...Bablas semua gulmanya. Saya pakai merk Prassida dan Starjos.

 
At December 4, 2020 at 11:09 PM , Blogger Andi Rahmatullah said...

Herbisida pasti punya efek negatif, yaitu membuat padi jadi stress. Tapi kerugian lebih besar bila gulma tidak dibasmi.

 

Post a Comment

Bagaimana Pendapat Anda...??????

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home