Indonesia adalah negara agraris (sebuah kenyataan atau pertanyaan)

Mayoritas penduduk Indonesia bermatapencaharian di bidang pertanian, itu lah faktanya. Kalau hal tersebut dijadikan parameternya, maka Indonesia adalah negara agraris. Pernyataan itu benar adanya. Namun, sebagai negara agraris diharapkan kebutuhan pangan untuk warganegaranya dapat dicukupi dari produksi dalam negeri. Kenyataanya, Indonesia masih mengimpor pangan dari luar negeri, tidak hanya beras sebagai makanan pokok, tetapi bahan pangan lainnya seperti gandum, kedelai, dan jagung. Masih banyak Petani yang hidup dalam kemiskinan dan masih ada penduduk di pedesaan, yang menjadi sentra produksi pangan, mengalami kelaparan. Jadi pernyataan bahwa negara Indonesia adalah negara agraris patut jadi pertanyaan. Tetapi, semoga suatu saat nanti Negara Indonesia menjadi kenyataan sebagai Negara Agraris. Mari Kita memberikan sumbangsih bagi Kemajuan Dunia Pertanian Indonesia sesuai kemampuan Kita masing-masing. Apa sumbangsih Anda..........????????

Kamis, 09 Juni 2011

Merk dagang & Nama Kimia Produk Pestisida


Merk dagang
Dalam perdagangan, pestisida di beri cap, nama dangang atau merk dagang oleh formulator atau produsennya. Dursban adalah salah satu contohnya, merk dagang produk pestisida yang sudah dikenal luas oleh petani di Indonesia.

  Merk dagang pestisida yang terkenal
 
Secara komposisi, setiap formulasi pestisida pertanian/produk perlindungan tanaman yang diperdagangkan terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: bahan aktif (active  ingredient), bahan-bahan pembantu (adjuvant), dan bahan pembawa (carrier). Bahan aktif adalah senyawa kimia atau bahan bioaktif lain yang memiliki efek pestisida. Sedangakan bahan pembantu dan bahan pembawa ditambahkan dalam formulasi agar bahan aktif tersebut bisa digunakan dengan mudah.  Satu jenis bahan aktif dapat dijual dengan merk dagang yang bermacam-macam tergantung dari formulatornya. Sebagai contoh, herbisida berbahan aktif 2,4-D pada tahun 2006 di Indonesia telah terdaftar lebih dari 80 merk dagang (baik tunggal maupun dicampur dengan bahan aktif lainnya). Insektisida dengan bahan aktif sipermetrin ada 60 merk dagang pada tahun 2006. Jumlah terbanyak merk dagang dipegang oleh herbisida dengan bahan aktif glifosat, pada tahun yang sama terdaftar lebih dari 130 merk dagang (dalam berbagai bentuk baik tunggal maupun campuran).  Lihat Buku :PESTISIDA TERDAFTAR (PERTANIAN DAN KEHUTANAN), PUSAT PERIZINAN DAN INVESTASI, yang diterbitkan secara berkala oleh SEKERTARIAT JENDERAL DEPARTEMEN PERTANIAN.
Hal ini penting diketahui para petani sebagai pengguna produk-produk pestisida. Dengan mengetahui kandungan bahan aktifnya, petani tidak perlu terikat  pada suatu merk dagang tertentu, dan dapat  menghindari penggunaan dua produk dengan bahan aktif yang sama pada saat yang sama. Namun harus diperhatikan pula bahwa walaupun bahan aktifnya sama, belum tentu kualitasnya sama pula. Beda merk dagang, beda pembuatnya tentu akan menghasilkan kualiatas produk yang  tidak persis sama. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah mutu bahan aktifnya (kemurnian), adanya impurities (senyawa ikutan yang diperoleh selama proses produksi), dan perbedaan formulasinya (jenis bahan pembantu dan bahan pembawa). 
Sebelum diedarkan dipasaran, oleh formulatornya produk pestisida di daftarkan dulu di Komisi Pestisida untuk mendapatkan izin. Dalam kemasan produknya ada beberapa hal yang perlu dicantumkan, yaitu logo dan nama perusahaan pemegang pendaftaran beserta alamatnya, merk dagang beserta dosis bahan aktifnya dan bentuk formulasinya, keterangan singkat cara kerja produk tersebut, No. Pendaftaran, No. Kode dan tanggal produksi, kode halogram (menunjukan tingkat toksisitas), petunjuk penggunaan, peringatan bahaya. Satu jenis bahan aktif kadang kala didaftarkan untuk penggunaan dengan hama sasaran yang berbeda tergantung oleh formulatornya. Contoh kasusnya adalah merk dagang LEMAN 100 EC dan RIZOTIN 100EC. Kedua produk tersebut berbahan aktif sama yaitu sipermetrin 100 g/L, tetapi LEMAN terdaftar sebagai termisida (pengawet kayu untuk mengendalikan rayap), sedangkan Rizotin terdaftar sebagai insektisida untuk mengendalikan hama perusak daun pada tanaman kubis.
Umumnya perusahaan formulator yang mendaftarkan suatu produk yang akan dipasarkan tidak memproduksi bahan aktif sendiri. Mereka bekerja sama dengan perusahaan lain yang memproduksi bahan aktif untuk pestisida. Jadi ada perusahaan yang khusus bergerak dalam bidang pembuatan bahan aktif saja, tetapi ada pula suatu perusahaan formulator yang juga mempunyai fasilitas produksi bahan aktifnya.  

Nama Kimia
Bahan aktif pestisida berupa senyawa kimia yang diberi nama kimia yang didasarkan pada struktur atau rumus kimia dari senyawa tersebut. Seringkali nama kimia terlalu panjang dan membingungkan, sehingga ada nama umum untuk nama kimia yang dimaksud. Nama umum atau nama generik lebih singkat sehingga mudah diingat dan lebih mudah dimengerti. Nama kimia harus diakui oleh lembaga internasional yang berwenang, seperti IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dan CA (Chemical Abstracts). Nama kimia dari bahan aktif yang sama bisa berbeda, tergantung pada lembaga yang mengesahkannya.
Kalau nama umum diusulkan oleh penemunya dan diakui oleh salah satu lembaga internasional yang berwenang seperti ANSI  (American National Standart Institute), ISO (International Standaritation Organization), BCPC (British Crop Protection Council), BSI (British Standart Intitute), JMAF (Japanese Ministry for Agriculture, Forestry and Fishery), WSSA (Weed Science Society of America) dan IUPAC. Jadi nama umum suatu bahan aktif bisa berbeda tergantung pada badan otoritas yang memberi pengakuan nama tersebut.  Contoh kasusnya adalah insektisida dengannama umum endosulfan di Iran dan Uni Sovyet  dikenal dengan nama Tiodan  (pengakuan dari BSO, E-ISO, F-ISO, ANSI, ESA), sedangkan JMAF menyebutnya benzoepin. Insektisida builfenil metilkarbamat  yang di Indonesia disebut BPMC (mengikuti JMAF), menurut BSI nama umumnya adalah fenobukarb.
Sementara itu, jika bahan aktif pestisida merupakan mikro-organisme, nama umumnya diambil dari nama spesies jasad renik beserta strain-nya (jika ada). Dan jika bahan aktifnya berupa hasil fermentasi dari suatu mikro-organisme, maka nama umumnya juga diambil dari nama spesies jasad renik tersebut, contohnya TRACER 120 SC bahan aktifnya spinosad, dimana nama tersebut diambil dari nama mikro-organisme Saccaropolyspora spinosae.

 Bagaimana Pendapat Anda..???
Semoga Bermanfaat....!!!

8 komentar:

  1. he he he... aktivis organik mengambil hati pengguna kimia ....? boleh,... boleh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. back to organik untuk memperbaiki kualitas kehidupan...kimia juga masih diperlukan

      Hapus
  2. Benar bos.. Dalam perdagangan, pestisida di beri cap, merk dagang dan bahan aktif oleh perusahaan. Contoh saja untuk Insektisida Dursban ® 200EC :
    Nama Bahan Klorpirifos 200 g/l
    No. Daftar RI. 0101011976
    Pabrik PT Dow AgroSciences Indonesia
    Isi 500 ml

    lebih lengkapnya dapat kunjungi link : http://faedahjaya.com/insektisida

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul...dalam perdagangan, beredar juga pestisida palsu...

      Hapus
  3. kalu kta mau langganan kta bsa bli d mna itu

    BalasHapus
  4. Saatnya kita manfaatkan alam negeri sendiri,tdk bergantung pd impor bahan aktif dari luar.kita punya itu semua hasil karya anak bangsa tanpa ketergantungan dari luar yg membuat petani kecil menjerit karena harga yg MAHAL. Kami akan mewujudkan itu,tapi tdk semudah yg dibayangkan.Karena ada kepentingan2 yg busuk yg menghalangi karya anak bangsa yg berpihak pada petani.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali Mas Bro.....Mungkin karena kita yang malas berpikir, tidak mau susah2 untuk melakukan penelitain dan pengin yng praktis

      Hapus

Bagaimana Pendapat Anda...??????